mahasiswa jaman sekarang

standard kompetensi yang diterapkan dalam bimbingan konseling perguruan tinggi saat ini masih cukup jauh dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa. pada realitanya masih banyak mahasiswa yang belum juga memahami tentang dirinya. standar kompetensi yang diterapakan, yaitu : sukses pribadi, sukses sosial, sukses karir, sukses akademik, dan sukses karir hanya sebagian yang ternyata mampu menempuhnya.

realita menunjukan mahasiswa hanyalah sebutan atau gelar saja, mereka hanya merasa bangga dengan sebutannya sebagai mahasiswa, bahkan fenomena yang terjadi sekarang mahasiswa hanyalah ajang pamer baju hal itu di buktikan dengan begitu banyaknya penampilan mahasiswa yang cenderung berlebihan bahkan sangat tidak sesuai dengan peran atau kedudukan mereka sebagia seseorang yang seharusnya menjadi teladan bagi anak-anak atau siswa yang lebih junior. mereka seakan merasa bangga dengan penampilan mereka yang mereka anggap tak ketinggalan atau bahasa gaulnya uptodate dengan model busana tanpa mereka imbangi dengan kualitas intelektualnya yang justru dituntut untuk kehidupannya yang akan datang.

yang tak jauh mencengangkan adalah mahasiswa yang masih sering berkata kotor atau kasar. pantaskah seorng mahasiswa yang pendidikannya, bahkan seorang senior bagi peserta didik masih suka berkata kotor atau kasar? jika demikian, apa yang bisa dijadikan contoh bagi peserta didik jika dalam perkataannya saja masih belum bisa memeberikan contoh yang baik?

dalam hal kemapuan, masih sangat sekali seorang mahasiswa yang belum bisa mengoptimalisasikan kompetensinya, lantas dimanakah peran konselor?

budaya copy paste setiap kali menerima tugas sudah hal biasa dikalangan mahasiswa, seakan mahasiswa sekarangg begitu dimanjakan dengan perkemabngan ilmu teknologi. memang perkembangan ilmu teknologi yang menyuguhkan semua bahan yang dibutuhkan siswa tidak bisa dipungkiri sangat membantu kegiatan belajarnya namun tidakkah semua itu akan membuat mahasiswa menjadi pasif dan tak bisa menoptimalkan dafa fikir atau proses berfikirnya karena sangat jarang mahasiswa yang benar-benar membaca dan memahami tentang bahan kuliah yang telah diperolehnya dari internet?

sebenarnya gimana si cara yang paling tepat untuk membentuk generasi bangsa yang baik dengan mengembangkan segala kapasitas kemampuan yang dimiliki?

satu lagi yang tak kalah menarik dan menjadi kebiasaan mahasiswa sekarang adalah takut duduk di depan. hmmmmzzzz,,,,

apa yang sebenarnya ditakutin mahasiswa ketika ia duduk di bangku paling depan? jawabannya satu, takut ditunjuk atau ditanya sama dosen…

kenapa mahasiswa sampai takut di tanya? karena ia tak mempersiapkan diri ketika kuliah tiba, boro-boro pahami materi baca saja tidak,, tapi sekalinya ada dosen yang lucu ramenya nggak kalah sama pasar, mereka berani bersuara keras dan lantang bahkan tertawa keras ketika ada temannya yang tak bisa menjawab pertanyaan, tapi sekalinya dosen memberi pertanyaan suasana kelas seketika sepi sunyi dengan wajah-wajah yang merunduk.. adduuuuuhhhh,,,, kenapa ea mahasisiwa seperti itu???

memang tak semua mahasiswa seperti itu tapi mereka yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa tak sebanding dengan mahasisiwa yang seperti itu.

 

standard kompetensi yang diterapkan dalam bimbingan konseling perguruan tinggi saat ini masih cukup jauh dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa. pada realitanya masih banyak mahasiswa yang belum juga memahami tentang dirinya. standar kompetensi yang diterapakan, yaitu : sukses pribadi, sukses sosial, sukses karir, sukses akademik, dan sukses karir hanya sebagian yang ternyata mampu menempuhnya.

realita menunjukan mahasiswa hanyalah sebutan atau gelar saja, mereka hanya merasa bangga dengan sebutannya sebagai mahasiswa, bahkan fenomena yang terjadi sekarang mahasiswa hanyalah ajang pamer baju hal itu di buktikan dengan begitu banyaknya penampilan mahasiswa yang cenderung berlebihan bahkan sangat tidak sesuai dengan peran atau kedudukan mereka sebagia seseorang yang seharusnya menjadi teladan bagi anak-anak atau siswa yang lebih junior. mereka seakan merasa bangga dengan penampilan mereka yang mereka anggap tak ketinggalan atau bahasa gaulnya uptodate dengan model busana tanpa mereka imbangi dengan kualitas intelektualnya yang justru dituntut untuk kehidupannya yang akan datang.

yang tak jauh mencengangkan adalah mahasiswa yang masih sering berkata kotor atau kasar. pantaskah seorng mahasiswa yang pendidikannya, bahkan seorang senior bagi peserta didik masih suka berkata kotor atau kasar? jika demikian, apa yang bisa dijadikan contoh bagi peserta didik jika dalam perkataannya saja masih belum bisa memeberikan contoh yang baik?

dalam hal kemapuan, masih sangat sekali seorang mahasiswa yang belum bisa mengoptimalisasikan kompetensinya, lantas dimanakah peran konselor?

budaya copy paste setiap kali menerima tugas sudah hal biasa dikalangan mahasiswa, seakan mahasiswa sekarangg begitu dimanjakan dengan perkemabngan ilmu teknologi. memang perkembangan ilmu teknologi yang menyuguhkan semua bahan yang dibutuhkan siswa tidak bisa dipungkiri sangat membantu kegiatan belajarnya namun tidakkah semua itu akan membuat mahasiswa menjadi pasif dan tak bisa menoptimalkan dafa fikir atau proses berfikirnya karena sangat jarang mahasiswa yang benar-benar membaca dan memahami tentang bahan kuliah yang telah diperolehnya dari internet?

sebenarnya gimana si cara yang paling tepat untuk membentuk generasi bangsa yang baik dengan mengembangkan segala kapasitas kemampuan yang dimiliki?

satu lagi yang tak kalah menarik dan menjadi kebiasaan mahasiswa sekarang adalah takut duduk di depan. hmmmmzzzz,,,,

apa yang sebenarnya ditakutin mahasiswa ketika ia duduk di bangku paling depan? jawabannya satu, takut ditunjuk atau ditanya sama dosen…

kenapa mahasiswa sampai takut di tanya? karena ia tak mempersiapkan diri ketika kuliah tiba, boro-boro pahami materi baca saja tidak,, tapi sekalinya ada dosen yang lucu ramenya nggak kalah sama pasar, mereka berani bersuara keras dan lantang bahkan tertawa keras ketika ada temannya yang tak bisa menjawab pertanyaan, tapi sekalinya dosen memberi pertanyaan suasana kelas seketika sepi sunyi dengan wajah-wajah yang merunduk.. adduuuuuhhhh,,,, kenapa ea mahasisiwa seperti itu???

memang tak semua mahasiswa seperti itu tapi mereka yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa tak sebanding dengan mahasisiwa yang seperti itu.