Pembaruan Terkini Toggle Comment Threads | Pintasan Keyboard

  • ismibkuad 3:25 am on June 14, 2012 Permalink | Balas  

    KAWANIMUT_Multiculture_04 

    KAWANIMUT_Multiculture_04

    Doa Seorang Kekasih – Inteam

    Oh Tuhan, seandainya telah Kau catatkan
    Dia milikku, tercipta untuk diriku
    Satukanlah hatinya dengan hatiku
    Titipkanlah kebahagiaan

    Ya Allah, ku mohon
    Apa yang telah Kau takdirkan
    Ku harap dia adalah yang terbaik buatku
    Kerana Engkau tahu segala isi hatiku
    Pelihara daku dari kemurkaanMu

    Ya Tuhanku, yang Maha Pemurah
    Beri kekuatan jua harapan
    Membina diri yang lesu tak bermaya
    Semaikan setulus kasih di jiwa

    Ku pasrah kepadaMu
    Kurniakanlah aku
    Pasangan yang beriman
    Bisa menemani aku
    Supaya ku dan dia
    Dapat melayar bahtera
    Ke muara cinta yang Engkau redhai

    Ya Tuhanku, yang Maha Pengasih
    Engkau sahaja pemeliharaku
    Dengarkan rintihan hambaMu ini
    Jangan Engkau biarkan ku sendiri

    Agarku bisa bahagia
    Walau tanpa bersamanya
    Gantikanlah yang hilang
    Tumbuhkan yang telah patah
    Ku inginkan bahagia
    Di dunia dan akhirat

    http://www.google.co.id/imgres?q=kawanimut&hl=id&gbv=2&tbm=isch&tbnid=eSltMy9nJQIffM:&imgrefurl=http://normalahayatinanyan.blogspot.com/&docid=nH3CshFQ_uywcM&imgurl=http://1.bp.blogspot.com/-BYYcqizXfF0/T8d_8_Kko_I/AAAAAAAAAUQ/_qOraK41No4/s1600/KAWANIMUT_Multiculture_04.jpg&w=720&h=540&ei=UVbZT9CfCMrSrQfAvLzWBg&zoom=1&iact=hc&vpx=800&vpy=12&dur=515&hovh=193&hovw=258&tx=102&ty=50&sig=107057368146930989362&page=4&tbnh=151&tbnw=201&start=44&ndsp=18&ved=1t:429,r:16,s:44,i:261&biw=1360&bih=518

     
  • ismibkuad 2:52 am on June 14, 2012 Permalink | Balas  

    prev-nyalakan-dirimu 

    prev-nyalakan-dirimu

     
  • ismibkuad 2:49 am on June 14, 2012 Permalink | Balas  

    terus berusaha 

    http://www.youtube.com/watch?v=JScwIYZpsV0&feature=player_embedded542056_375490315842957_1715221707_n

     
  • ismibkuad 2:34 am on June 14, 2012 Permalink | Balas  

    meismie

    ada seekor monyet yang naik ke atas pohon kelapa. ketika monyet itu telah berada di atas pohon kelapa tersebut tak lama kemudian datanglah angin kencang yang silih berganti, molai dari angin puting sampai badai, tapi sang monyet itu justru semakin berusaha agar tak sampai terjatuh ia pun berusaha mempererat pegangannya pada batang pohon kelapa tersebut hingga akhirnya ia tak sampai terjatuh hingga angin itu pergi. setelah angin kencang itu berlalu, maka datanglah angin sejuk yang sepoi-sepoi menyapanya, tanpa sadar ia menikmati hembusan angin tersebut hingga tanpa sadar ia melepaskan tangannya dan monyet tersebut pun jatuh dalam waktu beberapa detik.

    dari cerita tersebut, jika kita pelajari lebih dalam banyak sekali makna kehidupan yang dapat kita pelajari. dalam hidup memang tidak bisa lepas dari yang namanya  ujian, bahkan semua yang kita terima, apa yang kita miliki dan apa yang sedang kita rasakan tidak lain adalah bentuk dari ujian. dari cerita diatas dapat…

    Lihat pos aslinya 74 kata lagi

     
  • ismibkuad 2:29 am on June 14, 2012 Permalink | Balas  

     
  • ismibkuad 2:23 am on June 14, 2012 Permalink | Balas  

    kecerdasan emosional yang rendah 

    Kecerdasan emosi merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang dalam kehidupan, saya sendiri memiliki pengalaman ketika bersekolah dahulu, banyak dari teman saya yang notabene “orang-orang pintar” dengan nilai pelajaran ilmu logika dan matematika yang lumayan, juga ada teman-teman saya yang “biasa-biasa” saja namun dalam pergaulan sangat baik sekali. Dan ternyata sekarang banyak dari teman-teman saya yang”biasa-biasa” saja itu jauh lebih sukses dari mereka yang ber”IQ” tinggi, meskipun hal ini tidak dapat dijadikan alasan sepenuhnya tetapi setidaknya dapat kita ambil kesimpulan ternyata “IQ tinggi” saja tidak cukup tetapi diperlukan “Kecerdasan Emosi (EQ) tinggi” agar kesuksesan hidup dapat dicapai.

    EQ atau kecerdasan emosi sangat berperan penting terhadap apa yang akan kita capai, berikut ini ada beberapa ciri-ciri orang yang ber-EQ rendah dan semoga kita dapat menghindari sifat ini sehingga kita dapat melaju sukses dalam kehidupan.

    Ciri-ciri EQ rendah:

     

    1. Cenderung egois, berorientasi pada kepentingan sendiri dan kepuasan pribadi terkadang merasa puas bila mampu menghina atau mengalahkan orang lain. Semakin bingung, semakin panik orang lain semakin senanglah ia. Orang-orang seperti ini biasanya menciptakan rasa kemenangan dengan membuat penderitaan atau kesulitan orang lain.

    2. Pendengar yang buruk, lebih suka berbicara, senangnya interupsi dan sangat menyukai perdebatan, baginya saya selalu benar. padahal Tuhan telah mengaruniakan kita satu mulut dan dua telinga sebagai bukti kalau kita diperintahkan untuk lebih banyak mendengar.

    3. Negatif di mata orang banyak, biasanya orang yang ber EQ rendah memiliki penilaian negatif di lingkungan sekitarnya, hampir setiap orang tidak menyukainya.

    4. Melihat masalah dari pikiran, bukan perasaan, biasanya mereka terlalu kaku dalam menegakkan aturan, banyak hal yang tidak prinsipil dibahas terlalu detail sehingga menimbulkan konflik yang tidak perlu.

    5. Merasa tidak aman dan sulit menerima kesalahan diri, sulit meminta maaf secara tulus sebaliknya sulit menerima keberhasilan orang lain.

    Kecerdasan emosi merupakan hal yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan seseorang dalam kehidupan, saya sendiri memiliki pengalaman ketika bersekolah dahulu, banyak dari teman saya yang notabene “orang-orang pintar” dengan nilai pelajaran ilmu logika dan matematika yang lumayan, juga ada teman-teman saya yang “biasa-biasa” saja namun dalam pergaulan sangat baik sekali. Dan ternyata sekarang banyak dari teman-teman saya yang”biasa-biasa” saja itu jauh lebih sukses dari mereka yang ber”IQ” tinggi, meskipun hal ini tidak dapat dijadikan alasan sepenuhnya tetapi setidaknya dapat kita ambil kesimpulan ternyata “IQ tinggi” saja tidak cukup tetapi diperlukan “Kecerdasan Emosi (EQ) tinggi” agar kesuksesan hidup dapat dicapai.

    EQ atau kecerdasan emosi sangat berperan penting terhadap apa yang akan kita capai, berikut ini ada beberapa ciri-ciri orang yang ber-EQ rendah dan semoga kita dapat menghindari sifat ini sehingga kita dapat melaju sukses dalam kehidupan.

    Ciri-ciri EQ rendah:

     

    1. Cenderung egois, berorientasi pada kepentingan sendiri dan kepuasan pribadi terkadang merasa puas bila mampu menghina atau mengalahkan orang lain. Semakin bingung, semakin panik orang lain semakin senanglah ia. Orang-orang seperti ini biasanya menciptakan rasa kemenangan dengan membuat penderitaan atau kesulitan orang lain.

    2. Pendengar yang buruk, lebih suka berbicara, senangnya interupsi dan sangat menyukai perdebatan, baginya saya selalu benar. padahal Tuhan telah mengaruniakan kita satu mulut dan dua telinga sebagai bukti kalau kita diperintahkan untuk lebih banyak mendengar.

    3. Negatif di mata orang banyak, biasanya orang yang ber EQ rendah memiliki penilaian negatif di lingkungan sekitarnya, hampir setiap orang tidak menyukainya.

    4. Melihat masalah dari pikiran, bukan perasaan, biasanya mereka terlalu kaku dalam menegakkan aturan, banyak hal yang tidak prinsipil dibahas terlalu detail sehingga menimbulkan konflik yang tidak perlu.

    5. Merasa tidak aman dan sulit menerima kesalahan diri, sulit meminta maaf secara tulus sebaliknya sulit menerima keberhasilan orang lain.

     
  • ismibkuad 2:19 am on June 14, 2012 Permalink | Balas  

    makna kehidupan 

    ada seekor monyet yang naik ke atas pohon kelapa. ketika monyet itu telah berada di atas pohon kelapa tersebut tak lama kemudian datanglah angin kencang yang silih berganti, molai dari angin puting sampai badai, tapi sang monyet itu justru semakin berusaha agar tak sampai terjatuh ia pun berusaha mempererat pegangannya pada batang pohon kelapa tersebut hingga akhirnya ia tak sampai terjatuh hingga angin itu pergi. setelah angin kencang itu berlalu, maka datanglah angin sejuk yang sepoi-sepoi menyapanya, tanpa sadar ia menikmati hembusan angin tersebut hingga tanpa sadar ia melepaskan tangannya dan monyet tersebut pun jatuh dalam waktu beberapa detik.

    dari cerita tersebut, jika kita pelajari lebih dalam banyak sekali makna kehidupan yang dapat kita pelajari. dalam hidup memang tidak bisa lepas dari yang namanya  ujian, bahkan semua yang kita terima, apa yang kita miliki dan apa yang sedang kita rasakan tidak lain adalah bentuk dari ujian. dari cerita diatas dapat disimpulkan bahwa bukan dengan kenikmatan, bukan dengan kebahagiaan, dsb yang akan membuat seseorang menjadi pribadi yang kuat melainkan dengan ujian yang berat yang akan membuat seseorang menjadi pribadi yang tangguh.

    orang yang kuat bukanlah orang yang memiliki badan kekar ataupun memiliki jabatan, tapi orang yang kuat adalah orang yang bisa bersikap bijak dalam menyikapi kehidupan yang ia jalani sehingga ia mampu mengaktualisasikan dirinya dalam lingkungan dimana ia tinggal dengan keadaan apapun yang ia terima.

     
  • ismibkuad 1:00 am on April 12, 2012 Permalink | Balas  

    mahasiswa jaman sekarang 

    standard kompetensi yang diterapkan dalam bimbingan konseling perguruan tinggi saat ini masih cukup jauh dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa. pada realitanya masih banyak mahasiswa yang belum juga memahami tentang dirinya. standar kompetensi yang diterapakan, yaitu : sukses pribadi, sukses sosial, sukses karir, sukses akademik, dan sukses karir hanya sebagian yang ternyata mampu menempuhnya.

    realita menunjukan mahasiswa hanyalah sebutan atau gelar saja, mereka hanya merasa bangga dengan sebutannya sebagai mahasiswa, bahkan fenomena yang terjadi sekarang mahasiswa hanyalah ajang pamer baju hal itu di buktikan dengan begitu banyaknya penampilan mahasiswa yang cenderung berlebihan bahkan sangat tidak sesuai dengan peran atau kedudukan mereka sebagia seseorang yang seharusnya menjadi teladan bagi anak-anak atau siswa yang lebih junior. mereka seakan merasa bangga dengan penampilan mereka yang mereka anggap tak ketinggalan atau bahasa gaulnya uptodate dengan model busana tanpa mereka imbangi dengan kualitas intelektualnya yang justru dituntut untuk kehidupannya yang akan datang.

    yang tak jauh mencengangkan adalah mahasiswa yang masih sering berkata kotor atau kasar. pantaskah seorng mahasiswa yang pendidikannya, bahkan seorang senior bagi peserta didik masih suka berkata kotor atau kasar? jika demikian, apa yang bisa dijadikan contoh bagi peserta didik jika dalam perkataannya saja masih belum bisa memeberikan contoh yang baik?

    dalam hal kemapuan, masih sangat sekali seorang mahasiswa yang belum bisa mengoptimalisasikan kompetensinya, lantas dimanakah peran konselor?

    budaya copy paste setiap kali menerima tugas sudah hal biasa dikalangan mahasiswa, seakan mahasiswa sekarangg begitu dimanjakan dengan perkemabngan ilmu teknologi. memang perkembangan ilmu teknologi yang menyuguhkan semua bahan yang dibutuhkan siswa tidak bisa dipungkiri sangat membantu kegiatan belajarnya namun tidakkah semua itu akan membuat mahasiswa menjadi pasif dan tak bisa menoptimalkan dafa fikir atau proses berfikirnya karena sangat jarang mahasiswa yang benar-benar membaca dan memahami tentang bahan kuliah yang telah diperolehnya dari internet?

    sebenarnya gimana si cara yang paling tepat untuk membentuk generasi bangsa yang baik dengan mengembangkan segala kapasitas kemampuan yang dimiliki?

    satu lagi yang tak kalah menarik dan menjadi kebiasaan mahasiswa sekarang adalah takut duduk di depan. hmmmmzzzz,,,,

    apa yang sebenarnya ditakutin mahasiswa ketika ia duduk di bangku paling depan? jawabannya satu, takut ditunjuk atau ditanya sama dosen…

    kenapa mahasiswa sampai takut di tanya? karena ia tak mempersiapkan diri ketika kuliah tiba, boro-boro pahami materi baca saja tidak,, tapi sekalinya ada dosen yang lucu ramenya nggak kalah sama pasar, mereka berani bersuara keras dan lantang bahkan tertawa keras ketika ada temannya yang tak bisa menjawab pertanyaan, tapi sekalinya dosen memberi pertanyaan suasana kelas seketika sepi sunyi dengan wajah-wajah yang merunduk.. adduuuuuhhhh,,,, kenapa ea mahasisiwa seperti itu???

    memang tak semua mahasiswa seperti itu tapi mereka yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa tak sebanding dengan mahasisiwa yang seperti itu.

     

    standard kompetensi yang diterapkan dalam bimbingan konseling perguruan tinggi saat ini masih cukup jauh dengan kemampuan yang dimiliki mahasiswa. pada realitanya masih banyak mahasiswa yang belum juga memahami tentang dirinya. standar kompetensi yang diterapakan, yaitu : sukses pribadi, sukses sosial, sukses karir, sukses akademik, dan sukses karir hanya sebagian yang ternyata mampu menempuhnya.

    realita menunjukan mahasiswa hanyalah sebutan atau gelar saja, mereka hanya merasa bangga dengan sebutannya sebagai mahasiswa, bahkan fenomena yang terjadi sekarang mahasiswa hanyalah ajang pamer baju hal itu di buktikan dengan begitu banyaknya penampilan mahasiswa yang cenderung berlebihan bahkan sangat tidak sesuai dengan peran atau kedudukan mereka sebagia seseorang yang seharusnya menjadi teladan bagi anak-anak atau siswa yang lebih junior. mereka seakan merasa bangga dengan penampilan mereka yang mereka anggap tak ketinggalan atau bahasa gaulnya uptodate dengan model busana tanpa mereka imbangi dengan kualitas intelektualnya yang justru dituntut untuk kehidupannya yang akan datang.

    yang tak jauh mencengangkan adalah mahasiswa yang masih sering berkata kotor atau kasar. pantaskah seorng mahasiswa yang pendidikannya, bahkan seorang senior bagi peserta didik masih suka berkata kotor atau kasar? jika demikian, apa yang bisa dijadikan contoh bagi peserta didik jika dalam perkataannya saja masih belum bisa memeberikan contoh yang baik?

    dalam hal kemapuan, masih sangat sekali seorang mahasiswa yang belum bisa mengoptimalisasikan kompetensinya, lantas dimanakah peran konselor?

    budaya copy paste setiap kali menerima tugas sudah hal biasa dikalangan mahasiswa, seakan mahasiswa sekarangg begitu dimanjakan dengan perkemabngan ilmu teknologi. memang perkembangan ilmu teknologi yang menyuguhkan semua bahan yang dibutuhkan siswa tidak bisa dipungkiri sangat membantu kegiatan belajarnya namun tidakkah semua itu akan membuat mahasiswa menjadi pasif dan tak bisa menoptimalkan dafa fikir atau proses berfikirnya karena sangat jarang mahasiswa yang benar-benar membaca dan memahami tentang bahan kuliah yang telah diperolehnya dari internet?

    sebenarnya gimana si cara yang paling tepat untuk membentuk generasi bangsa yang baik dengan mengembangkan segala kapasitas kemampuan yang dimiliki?

    satu lagi yang tak kalah menarik dan menjadi kebiasaan mahasiswa sekarang adalah takut duduk di depan. hmmmmzzzz,,,,

    apa yang sebenarnya ditakutin mahasiswa ketika ia duduk di bangku paling depan? jawabannya satu, takut ditunjuk atau ditanya sama dosen…

    kenapa mahasiswa sampai takut di tanya? karena ia tak mempersiapkan diri ketika kuliah tiba, boro-boro pahami materi baca saja tidak,, tapi sekalinya ada dosen yang lucu ramenya nggak kalah sama pasar, mereka berani bersuara keras dan lantang bahkan tertawa keras ketika ada temannya yang tak bisa menjawab pertanyaan, tapi sekalinya dosen memberi pertanyaan suasana kelas seketika sepi sunyi dengan wajah-wajah yang merunduk.. adduuuuuhhhh,,,, kenapa ea mahasisiwa seperti itu???

    memang tak semua mahasiswa seperti itu tapi mereka yang berprestasi dan mampu mengharumkan nama bangsa tak sebanding dengan mahasisiwa yang seperti itu.

     
c
Compose new post
j
Next post/Next comment
k
Previous post/Previous comment
r
Balas
e
Sunting
o
Show/Hide comments
t
Pergi ke atas
l
Go to login
h
Show/Hide help
shift + esc
Batal